Pengalaman Batin 18 Agustus 2009
Posted by muhholid in 1.add a comment
Pengalaman batin memang selalu bersifat pribadi. Ia tidak bisa diperbandingkan, apalagi dipertentangkan. Orang yang belajar ilmu batin juga tidak bisa diprediksi seperti ilmu yang ada di sekolah. Karena ilmu batin selalu bersifat siraman. Ia bukan hasil dari bacaan. Ia juga bukan dari hasil perbincangan yang menggunakan daya intelektualitas. Ia lebih menitikberatkan kepada kekhusu’an hati seseorang hambanya.
Bisa jadi orang yang baru belajar mempunyai pengalaman yang lebih kaya dengan orang yang sudah lama belajar. Bisa jadi sebaliknya. Semuanya tergantung kepada yang empunya.
Kita sebagai manusia hanya bertugas untuk menemukan mutiara yang ada di dalam diri kita. Kita semua dipasrahi sebuah mutiara oleh yang maha kuasa. Kita hanya perlu mengenali mutiara yang ada di dalam diri kita masing-masing. Apabila kita mampu mengenali mutiara yang ada di dalam diri kita maka otomatis kita akan mengenali semua rahasia alam yang terjadi di luar diri kita.
Sebab alam yang ada di luar diri kita merupakan penjabaran alam yang ada di dalam diri kita. Semua adalah penjabaran. Sehingga seringkali dikatakan bahwa perjalanan manusia hanyalah perjalanan diri menuju dirinya sendiri dalam rangka menemukan dirinya sendiri.
Filsafat 1 11 Agustus 2009
Posted by muhholid in Filsafat 1.add a comment
Filsafat seringkali didefiniskan sebagai cinta kebenaran. Cinta merupakan kecendrungan hati kepada sesuatu. Kebenaran adalah sesuainya sesuatu dengan kenyataan yang terjadi. Cinta kebenaran berarti kecendrungan hati terhadap sesuainya sesuatu dengan kenyataan yang terjadi.
Kebenaran sebuah perkataan adalah sesuainya perkataan itu dengan apa yang terjadi. Kalau perkataan itu tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi, maka perkataan itu tidak bisa disebut benar.
Kebenaran suatu tindakan adalah sesuainya tindakan itu dengan kenyataan. Kalau tindakan kita tidak sesuai dengan kenyataan, maka tindakan itu tidak disebut sebagai sebuah tindakan benar.
Lalu apa yang kemudian disebut sebagai sebuah kenyataan?
Kenyataan adalah sesuatu yang kita lihat. Istilah lihat kalau mendapatkan awalan me-, istilah itu menjadi “melihat”.
Melihat merupakan sesuatu kegiatan mata indra. Namun apakah indra mata kita selalu bisa menangkap kebenaran? Jawabannya adalah iya. Kalau kita mengacu kepada definisi kenyataan sebagai sesuatu yang kita lihat.
Hal ini berbeda bila kita mendefinisikan kenyataan sebagai sesuatu yang kita rasakan. Maka ukurannya adalah hati nurani. Namun apa yang disebut sebagai nurani, sifatnya adalah kontekstual (tergantung dimana seseorang dilahirkan). Kalau seseorang dilahirkan di lingkungan kasar, maka segala pembicaraannya cendrung kasar. Orang yang dilahirkan di lingkungan yang lemah lembut, pembicaraannya pun lemah lembut.
Begitu pula orang yang dilahirkan dalam lingkungan yang sering gila hormat, maka dia akan cendrung gila hormat. Orang yang dilahirkan di lingkungan yang gila harta, maka kecendrungan nuraninya adalah gila harta. Segala pembicaraannya selalu dikaitkan dengan harta tanpa merasa bersalah dengan pembicaraannya.
Kenyataan inilah yang menimbulkan munculnya beragam versi kebenaran. Namun saya saat ini ingin mendalami kebenaran yang diinginkan Tuhan. Apa sebetulnya keinginan tuhan atas diri saya, diri anda, diri keluarga saya, keluarga anda, dan semua masyarakat yang ada di dunia ini.
Bersambung……….
EMPAT HAL YANG PERLU DIPEGANG 10 Agustus 2009
Posted by muhholid in 4 Hal Penting.add a comment
Saya pagi-pagi bangun lalu melihat acara nafiri allah. Sebuah acara kebaktian di salah satu gereja di jakarta. Di televisi itu ada seorang pendeta yang berkhotbah dan khotbahnya menarik sekali. Dia berkata bahwa ada empat hal yang perlu kita miliki untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Empat hal itu saya kira perlu untuk disebarkan agar saudara-saudara yang lain ikut nimbrung di dalamnya. Pertama, kita harus punya keyakinan bahwa yang terbaik masih ada di depan kita. Kedua, kita harus menemukan tujuan penciptaan kita. Kita menemukan tujuan penciptaan ini melalui perbuatan yang kita senangi. Jangan sekali-kali mengerjakan sesuatu yang tidak kita sukai, selain menyiksa diri juga tidak ada keihklasan di dalamnya. Ketiga, kita harus menikmati setiap saat dan setiap detik waktu yang kita jalani. Sebab apapun kondisi waktu kita, merupakan satu paket waktu dari jumlah keseluruhan umur kita. Kalau umur kita tujuh puluh tahun, maka waktu yang kita habiskan untuk menyesali nasib juga satu paket dari waktu tujuh puluh tahun. Allah tidak menambahi lagi dari paket itu untuk kita gunakan sebagai cadangan waktu yang kita sia-siakan misalnya. Jadilah pribadi-pribadi yang super kata Mario Teguh. Dan nikmatilah hidup ini. Lalu perhatikan apa yang terjadi. Keempat, kita perlu berkumpul dengan orang-orang yang punya semangat. Janganlah kita berkumpul dengan orang yang selalu putus asa. Karena orang yang berputus asa dari rahmat tuhan, berarti ia menghentikan rahmat tuhan yang sampai kepada dirinya. Sekian, semoga bermamfaat.